Tingkatkan kesiapsiagaan respon gawat darurat medis di tempat kerja. Pembinaan intensif Bantuan Hidup Dasar (BHD), kompresi RJP/CPR berkualitas tinggi, penggunaan AED, balut bidai trauma fisik, dan teknik menolong korban standar internasional AHA DRCAB.

Kesiapsiagaan tindakan penyelamatan jiwa di lingkungan industri dan perkantoran.
Pilih wilayah operasional atau workshop perusahaan Anda di bawah untuk konsultasi bebas biaya, jadwal in-house on-site pabrik/galangan, dan sertifikasi resmi Sertifikasi Resmi.
Pilihan program sertifikasi resmi dan workshop gawat darurat medis kerja sesuai standar keselamatan nasional dan panduan internasional AHA.
Program sertifikasi resmi kompetensi penolong pertama kecelakaan kerja di lingkungan perkantoran dan industri
Program pembinaan dan sertifikasi resmi Petugas P3K di Tempat Kerja sesuai regulasi keselamatan kerja nasional. Membekali personil keahlian penanganan gawat darurat medis, resusitasi jantung paru (RJP), balut bidai, serta pengelolaan fasilitas P3K perusahaan.
Pelatihan kualifikasi First Aider profesional untuk sektor industri, konstruksi, manufaktur, dan pertambangan. Fokus pada penanganan trauma fisik, luka bakar kimia/termal, fraktur tulang, stabilisasi cedera spinal, dan evakuasi tandu darurat.
Pelatihan teknik resusitasi jantung paru, penanganan henti napas, kompresi dada, manuver Heimlich, dan protokol DRCAB
Pelatihan intensif Bantuan Hidup Dasar (BHD / Basic Life Support) untuk penanganan henti jantung mendadak (Sudden Cardiac Arrest), henti napas, kompresi dada berstandar tinggi, manajemen jalan napas (Airway), dan pengoperasian AED (Automated External Defibrillator).
Kursus dasar pertolongan pertama kecelakaan kerja: penilaian awal korban (Primary Survey), penghentian pendarahan masif (Tourniquet & Pressure Dressing), penanganan syok anafilaktik/hipovolemik, keracunan zat berbahaya, dan pingsan/sinkop.
Pelatihan teknik penyelamatan dan resusitasi korban mengikuti protokol internasional American Heart Association (AHA): Danger (Amankan Lingkungan), Response (Cek Respon), Call for Help (Panggil Bantuan), Circulation (Kompresi Dada), Airway (Buka Jalan Napas), Breathing (Bantuan Napas) & Defibrillation.
Pedoman mendalam alur resusitasi darurat AHA DRCAB: pengamanan zona insiden (Danger), evaluasi respon kesadaran (Response), kompresi sirkulasi darah (Circulation), pembebasan airway, dan ventilasi breathing.
Teknik pertolongan pertama tersedak benda asing (choking) menggunakan hentakan perut (abdominal thrusts / Heimlich maneuver) untuk membebaskan sumbatan jalan napas secara instan.
Panduan teknis siklus resusitasi jantung paru 30 kompresi dada berbanding 2 bantuan napas buatan: ritme 100-120x per menit, kedalaman 5-6 cm, dan minimalisasi jeda kompresi.
Panduan langkah demi langkah memposisikan korban tidak sadar yang masih bernapas ke dalam Recovery Position (posisi miring mantap) guna mencegah aspirasi muntahan dan penyumbatan lidah.
Panduan komprehensif manuver Heimlich pada korban dewasa: identifikasi tanda universal tersedak, posisi kuda-kuda penolong, kepalan tangan di atas pusar, dan dorongan ke dalam-atas.
Modifikasi teknik penanganan tersedak pada anak-anak dan balita: kombinasi 5 tepukan punggung (back blows) dan 5 dorongan dada (chest thrusts) dengan intensitas tekanan yang terukur.
Penjelasan ilmiah peralihan paradigma dari DRABC ke DRCAB menurut konsensus AHA: urgensi prioritas kompresi dada (Circulation) untuk menjaga perfusi oksigen ke otak sebelum ventilasi pernapasan.
Prosedur penanganan simultan henti napas (Respiratory Arrest) dan henti jantung (Cardiac Arrest): penilaian nadi karotis dalam 10 detik, kompresi kontinyu, rescue breathing, dan aplikasi cepat AED.
Kajian mendalam definisi, fisiologi medis, dan mekanisme ilmiah Cardiopulmonary Resuscitation (CPR): bagaimana tekanan mekanis buatan mempertahankan suplai darah kaya oksigen ke otak dan miokardium.
Penjelasan komprehensif terminologi Resusitasi Jantung Paru (RJP) dalam standar medis nasional Indonesia: indikasi klinis, batas waktu henti resusitasi (ROSC), dan peran krusial rantai keselamatan jiwa.
Teknik imobilisasi pembidaian fraktur ekstremitas, manuver Jaw-Thrust, dan stabilisasi trauma fisik
Tata laksana pembidaian patah tulang tertutup dan terbuka pada lengan dan tungkai kaki: prinsip imobilisasi dua sendi, pemeriksaan pulsasi distal motorik sensorik (PMS), dan aplikasi mitela elastis.
Teknik membuka jalan napas khusus pada dugaan trauma servikal / cedera tulang belakang menggunakan pendorongan rahang bawah (Jaw-Thrust maneuver) tanpa mengekstensikan leher korban.
Penanganan syok, epilepsi, tersengat listrik, korban tenggelam, keracunan zat toksik, dan gigitan hewan berbisa
Analisis dan panduan penanganan kecelakaan kerja harian: luka robek benda tajam, terpeleset, tertimpa material, luka bakar panas/kimia, cedera mata, hingga kelelahan ekstrem (heat exhaustion).
Prosedur penanganan keracunan melalui saluran pernapasan (gas beracun), pencernaan (zat kimia tertelan), maupun kontak kulit: dekontaminasi awal, posisi recovery, dan rujukan medis darurat.
Langkah pertolongan pertama syok sirkulasi (elevasi kaki 30 cm, selimut penghangat) dan serangan kejang epilepsi: proteksi benturan kepala, menjaga kepatenan napas tanpa memasukkan benda ke mulut.
Prosedur penyelamatan korban tenggelam (Reach, Throw, Row, Go), pencegahan hipotermia, pembersihan jalan napas dari air, serta inisiasi ventilasi napas buatan dan RJP segera di darat.
Langkah aman menolong korban tersengat listrik tegangan rendah & tinggi: pemutusan sumber arus utama (Lockout), isolator non-konduktor, penanganan luka bakar masuk-keluar, dan resusitasi henti jantung.
Deteksi dini dan penanganan gawat darurat reaksi alergi berat (anafilaksis): tanda pembengkakan jalan napas, ruam kulit masif, penurunan tensi darah mendadak, serta persiapan injeksi darurat dan oksigen.
Pertolongan pertama zat beracun kimiawi dan bahan industri: identifikasi Material Safety Data Sheet (MSDS), larangan induksi muntah pada zat korosif asam/basa kuat, dan pemberian air minum netral.
Tata laksana gigitan ular berbisa dan sengatan serangga beracun: teknik imobilisasi perban tekan (Pressure Immobilization Technique / PIT), larangan menyayat atau menghisap bisa, dan transfer cepat serum antibisa (SABU).
SOP pengangkatan korban dengan stretcher, pemindahan darurat, dan algoritma START Triage multipel korban
SOP pengangkatan dan pemindahan korban cedera menggunakan tandu lipat, scoop stretcher, dan basket stretcher: koordinasi aba-aba penolong, strapping pengaman, dan manuver menuruni tangga.
Metode triase darurat massal START Triage saat insiden dengan korban banyak: pemilahan kategori Merah (Kritis), Kuning (Tunda), Hijau (Ringan), dan Hitam (Meninggal) secara sistematis.
Pengelolaan kotak P3K Tipe A, B, C, checklist perlengkapan medis, dan pemeliharaan ruang P3K perusahaan
Panduan standarisasi isi kotak P3K Tipe A, Tipe B, dan Tipe C di tempat kerja: daftar checklist obat luar, kassa steril, torniket, mitela, pinset, kartu periksa, dan jadwal inspeksi berkala.
Landasan hukum ketenagakerjaan, kepatuhan audit SMK3, dan kewajiban penyediaan Petugas P3K resmi
Ulasan komprehensif landasan hukum, perundangan ketenagakerjaan, kewajiban penyediaan petugas P3K berlisensi, rasio personil terhadap jumlah pekerja, dan standar ruang medis perusahaan.
Hubungi 4 Hotline Konsultan K3 Medis kami untuk penawaran khusus in-house training perusahaan, pendaftaran kelas reguler, maupun asesmen sertifikasi resmi Petugas P3K.
Verifikasi keaslian sertifikat kompetensi dan lisensi resmi Petugas P3K, First Aider, serta kelulusan Bantuan Hidup Dasar (BHD).